– Sumur Panyipuhan: Tempat pemandian ayam Ciung Wanara sebelum bertanding, dipercaya memiliki khasiat membuat keinginan terkabul.
– Batu Pangcalikan: Tempat singgasana dan musyawarah para raja masa lalu.
– Batu Panyandaan: Tempat istirahat ibu Ciung Wanara.
– Batu Lambang Peribadatan: Simbol tempat peradaban masa kerajaan yang berbentuk seperti stupa.
Selain itu, Sumur Cikahuripan yang konon memiliki khasiat membuat awet muda juga memiliki penjelasan ilmiah. Sumur ini terletak di pertemuan dua sungai, sehingga komposisi air dan tanahnya selalu stabil dan tetap jernih meskipun musim kemarau. Batu-batu bersejarah seperti Batu Pangcalikan dan Batu Panyabungan juga menjadi bukti nyata bahwa Karangmulyan pernah menjadi pusat peradaban yang berkembang.
Destinasi Wisata Budaya yang Digemari Masyarakat
Situs ini tidak hanya menjadi tempat ziarah bagi masyarakat yang percaya akan keramatannya, namun kini juga dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya yang menyajikan nilai sejarah serta keindahan alam sekitar. Kawasan ini juga memiliki area rekreasi yang menjadi tempat istirahat bagi pelancong yang berpergian menuju atau dari Pangandaran.
“Nana Sumarna, koordinator kawasan Karangmulyan Wisata Budaya Kabupaten Ciamis, menyampaikan bahwa banyak wisatawan datang ke sini sambil melakukan ziarah. Bahkan masyarakat yang berlibur ke Pangandaran pasti berhenti untuk istirahat di area rekreasi Karangmulyan karena tempatnya bersih,” ujar Aris ke gemapriangan.com
Informasi mengenai nilai ilmiah situs ini juga disampaikan melalui akun “Napak Jagat Pasundan”, yang menegaskan bahwa Karangmulyan bukan hanya cerita rakyat, melainkan bukti peradaban kuno yang pernah megah di Jawa Barat.Situs Karangmulyan Ciamis: Legenda Ciung Wanara dan Bukti Peradaban Besar Kerajaan Galuh( anwar)












