Sekda menilai keberadaan jembatan tersebut sangat strategis karena menjadi sarana konektivitas dan jalur terdekat bagi masyarakat. Sebelum jembatan dibangun, warga Desa Sidaharja harus menempuh perjalanan memutar cukup jauh atau menyeberangi sungai untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Aktivitas tersebut meliputi perjalanan menuju sawah, sekolah, pasar hingga pusat-pusat pelayanan masyarakat. Kondisi itu tentu membutuhkan waktu dan biaya lebih besar, sekaligus menghadirkan tantangan tersendiri bagi keselamatan dan kenyamanan warga.
Dengan hadirnya Jembatan Perintis Garuda, Sekda berharap mobilitas masyarakat menjadi semakin mudah, lancar dan aman. Selain memperpendek jarak tempuh, keberadaan jembatan juga dapat menghemat waktu serta umm biaya yang selama ini harus dikeluarkan warga.
“Dengan dibangunnya jembatan ini, selain memperpendek jarak, waktu dan biaya, akses mobilitas warga semakin mudah, lancar serta aman,” ungkapnya.
Lebih jauh, Andang berharap keberadaan jembatan tersebut memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Kemudahan akses diharapkan dapat mendukung aktivitas pendidikan, pertanian, perdagangan serta berbagai kegiatan produktif warga.
Sementara itu, Dandim 0613/Ciamis Letkol Inf Antonius Ari Widiono mengatakan pembangunan jembatan tersebut dapat terwujud berkat semangat bahu-membahu antara TNI dan masyarakat. Ia mengapresiasi antusiasme warga yang turut berpartisipasi selama proses pembangunan.
Ia berharap Jembatan Perintis Garuda dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, termasuk menghidupkan kembali roda perekonomian dan memudahkan akses anak-anak menuju sekolah.
Antonius juga berpesan agar masyarakat bersama-sama menjaga serta merawat jembatan tersebut dengan baik sehingga dapat digunakan dalam waktu yang panjang hingga generasi mendatang.
Reporter Eti




















