Banjar, 26 Agustus 2026
Gema Priangan
Penyaluran bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat kurang mampu di Kelurahan Pataruman, Kota Banjar, menuai keluhan. Bantuan yang diterima masyarakat pada 21 Agustus 2026 tersebut disebut mengeluarkan aroma yang kurang sedap setelah beras dimasak.
Keluhan ini menjadi perhatian karena bantuan pangan pemerintah semestinya tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga memenuhi standar kualitas dan layak dikonsumsi oleh masyarakat penerima manfaat.
Salah seorang warga penerima bantuan, yang meminta identitasnya tidak disebutkan, mengaku kecewa dengan kondisi beras yang diterimanya.
«“Kami tentu berterima kasih mendapatkan bantuan. Tetapi jangan sampai bantuan yang diberikan justru membuat masyarakat kecewa. Masa beras yang dibagikan setelah dimasak mengeluarkan bau yang tidak sedap,” ungkapnya.»
Menurut warga, persoalan tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai hal sepele. Masyarakat penerima bantuan adalah warga yang membutuhkan perhatian dan perlindungan, sehingga kualitas pangan yang disalurkan harus menjadi bagian penting dalam proses distribusi.
Bantuan beras tersebut disalurkan kepada masyarakat melalui pemerintah kelurahan, dengan BULOG sebagai pihak yang berkaitan dengan penyediaan dan penyaluran beras bantuan. Karena itu, masyarakat berharap terdapat pemeriksaan kualitas secara ketat sebelum beras didistribusikan kepada penerima manfaat.
Jangan sampai niat baik pemerintah ternoda oleh lemahnya pengawasan kualitas. Bantuan pangan merupakan bentuk kepedulian negara kepada masyarakat, sehingga kualitas barang yang diterima harus benar-benar diperhatikan.




















