Ruang Partisipasi Publik — Pemerintah Kota harus membuka ruang diskusi yang sejajar dengan mahasiswa dan masyarakat sipil, bukan sekadar mendengar lalu mengabaikan masukan.
“Kami hadir di sini bukan untuk menuntut yang mustahil. Kami hadir untuk mengingatkan bahwa pemimpin ada untuk rakyat, bukan sebaliknya. Jika rakyat semakin jauh dari akses pelayanan, berarti ada yang keliru dalam pelaksanaannya,” tambah perwakilan mahasiswa secara bergantian.
Komitmen Bersama
Aliansi menyatakan tetap terbuka untuk dialog konstruktif dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Namun jika aspirasi yang disampaikan tidak ditindaklanjuti, mahasiswa tidak akan segan untuk memperluas gerakan pengawasan publik.
“Kami akan terus mengawasi, karena Tasikmalaya ini milik kita semua. Silakan kerja dengan jujur dan amanah, kami akan dukung. Tapi jika ada yang disembunyikan, jangan heran jika kami akan terus datang sampai semuanya terang benderang,” tegas para mahasiswa sebelum membubarkan diri sore menjelang maghrib secara tertib.
Sekretaris Daerah (Sekda) kota tasikmalaya Drs. H. Asep Goparullah, M. Pd ketika diwawancarai awak media mengatakan, tadi dari opd-opd pemerintah sudah duduk bersama disepakati perwakilan aliansi mahasiswa akan diagendakan ulang minggu depan untuk pertemuan bersama walikota, pak kapolres dan dewan dprd tuntutan apa saja yang ingin mereka diskusikan. Paparnya,
Asep menerangkan, kalau untuk tuntutan yang lebih jelas barusan tidak kesampaikan oleh perwakilan mahasiswa secara lisan dan tulisan kalau tadi secara refleksi membicarakan 25thn berdirinya pemerintah kota tasikmalaya, mungkin hal-hal yang belum tercapai dan sudah tercapai apa saja.
Nanti kita akan undang 4 (empat) aliansi mahasiswa untuk berdiskusi menyampaikan secara langsung sebagaimana tadi yang diminta oleh rekan-rekan dari mahasiswa ingin menyampaikan aspirasi kepada walikota,kapolres dan ketua dprd.
Asep juga menyampaikan bahwa pak walikota sedang ada agenda melaksanakan rapat berkaitan dengan kemiskinan yang tidak bisa di tinggalkan, terus pak wakil walikota sedang bertugas di Garut, dan ketua DPRD sedang sakit jadi dalam waktu bersamaan pemimpin-pemimpin yang berwenang sedang melakukan tugas jadi tidak bisa menghadiri ke rekan-rekan mahasiswa.
Asep perwakilan dari pemerintah kota tasikmalaya meminta maaf kepada rekan-rekan aliansi empat mahasiswa dengan ketidakhadiran para pimpinan untuk berdiskusi langsung. Tutupnya,




















