DISDUKCAPIL CIAMIS JEMPUT BOLA, REKAM KTP-EL LANSIA DAN DISABILITAS DI KARANGPAWITAN KAWALI
CIAMIS – gemapriangan.com.Komitmen memberikan pelayanan administrasi kependudukan yang inklusif dan berkeadilan kembali dibuktikan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis. Meski di hari libur, jajaran Disdukcapil tetap turun langsung menggelar program Jemput Bola Perekaman KTP-EL khusus bagi warga penyandang disabilitas dan lansia.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Karangpawitan, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, pada hari Minggu, 11 Oktober 2026. Layanan door-to-door ini menyasar warga yang selama ini kesulitan mengakses pelayanan karena faktor usia, keterbatasan fisik, dan jarak ke pusat pelayanan.
Program ini merupakan bagian dari gerakan “Minggu Tetap Mengabdi – Pelayanan Inklusif Untuk Semua” yang digagas Disdukcapil Ciamis untuk memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam hak administrasi kependudukan.
Pelayanan dipimpin langsung oleh tim profesional Disdukcapil Ciamis, yakni Aep Muplihudin, S.IP., M.M selaku Administrator Database Kependudukan Ahli Muda, bersama Rio Hari Yulianto, S.Ak dan Peri Perdiana, S.IP sebagai Penata Layanan Operasional.
Pelayanan Adminduk Adalah Hak Semua Warga
Dikonfirmasi di sela kegiatan, Aep Muplihudin, S.IP., M.M menegaskan bahwa pelayanan inklusif menjadi prioritas utama Disdukcapil Ciamis.
“Prinsip kami, pelayanan adminduk adalah hak semua warga negara, tanpa terkecuali. Lansia dan penyandang disabilitas adalah kelompok prioritas. Kami tidak ingin mereka kesulitan hanya karena harus antre di kantor. Makanya kami yang datang langsung ke desa, bahkan di hari Minggu. Ini adalah wujud negara hadir untuk warganya,” ujar Aep.
Hal senada disampaikan Rio Hari Yulianto, S.Ak. Ia menambahkan, pihaknya sengaja memilih metode jemput bola agar data kependudukan di Kabupaten Ciamis semakin akurat dan valid.
“Kami ingin memastikan data kependudukan Ciamis 100 persen terekam. Banyak lansia yang KTP-nya belum KTP-EL atau datanya belum padan, sehingga kesulitan mengakses bantuan sosial, BPJS, dan layanan perbankan. Dengan dijemput bola seperti ini, semua bisa beres di tempat,” jelas Rio.
Sementara itu, Peri Perdiana, S.IP mengungkapkan kebahagiaannya bisa melayani langsung warga Karangpawitan.




















