Menurut Mama Aep Saepudin Santri adalah Benih yang Ditanam ke Penjuru Negeri
Selama 12 tahun, banyak santri yang pernah menimba ilmu di sini kini telah pulang ke kampung halamannya masing-masing. Ada yang menjadi guru, tokoh masyarakat, pemuda yang mengabdi di desanya, dan ada pula yang melanjutkan perjuangan di tempat yang lebih jauh. Mereka adalah benih-benih yang ditanam dari Cibeurih — tumbuh di tanah yang berbeda, namun tetap membawa air yang sama: nilai-nilai keimanan, kesederhanaan, dan keikhlasan.
“Sebuah pesantren tidak diukur dari luas tanahnya, tapi dari ke mana anak-anaknya pergi dan apa yang mereka bawa ke sana.”
Harapan di Usia ke-12 Mama Aep Selaku Pimpinan Ponpes ketika
Memasuki usia ke-12, tentu belum sempurna,karena kesempurnaan hanyalah milik aLLoh swt.
Masih ada ruang untuk berkembang, masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki. Namun itulah hakikat berjuang: tidak menunggu sempurna untuk memulai, tapi terus berusaha menjadi lebih baik setiap harinya.
Semoga di tahun-tahun berikutnya, Pesantren Darussalam Cibeurih senantiasa dalam lindungan Allah — semakin kokoh pendiriannya, semakin luas manfaatnya, dan semakin dirindukan kehadirannya. Semoga ia tetap menjadi pesantren yang sejuk, tempat pulang yang damai, dan sumber ilmu yang tak pernah kering — bagi generasi hari ini, dan generasi-generasi yang akan datang.
“Semoga setiap batu yang disusun di sini adalah amal jariyah, setiap ilmu yang diajarkan adalah cahaya, dan setiap santri yang lulus adalah kebaikan yang terus berjalan.”
Selamat Milad ke-12, Pesantren Darussalam Cibeurih.
Semakin berkah, semakin bermanfaat, dan abadi dalam ridha Allah.
Penulis : Dk_




















