Jika kedua lokasi tersebut terealisasi sesuai rencana, Citumang berpotensi menyediakan ruang berkemah dengan kapasitas gabungan sekitar 60 hingga 70 orang.
Edi menjelaskan, persiapan lahan sudah mulai dilakukan, termasuk membersihkan area yang akan digunakan sebagai tempat berkemah.
Kehadiran camping ground ini diharapkan memberikan alternatif pengalaman wisata bagi pengunjung. Wisatawan nantinya tidak hanya datang untuk menikmati aktivitas susur sungai, tetapi juga berkesempatan menghabiskan waktu lebih lama dengan berkemah di tengah suasana alam Citumang.
Musala dan Sistem Peringatan Dini Sudah Tersedia
Dalam mendukung kenyamanan dan keselamatan pengunjung, Citumang Body Rafting saat ini juga telah dilengkapi fasilitas musala serta Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini.
Keberadaan EWS menjadi salah satu perangkat pendukung keselamatan, terutama dalam mengantisipasi potensi kondisi alam yang dapat memengaruhi aktivitas wisata sungai.
Pengembangan fasilitas tersebut menjadi penting bagi destinasi wisata berbasis alam yang mengandalkan aktivitas luar ruang dan kondisi lingkungan sebagai daya tarik utamanya.
Meski demikian, penerapan sistem Body Gate dan penggunaan dua camping ground masih dalam tahap persiapan. Hingga Minggu (11/10/2026), pengelola belum mengumumkan jadwal pasti pengoperasian kedua fasilitas tersebut.
Dengan rencana pembenahan ini, Citumang Body Rafting diharapkan semakin mampu memberikan pengalaman wisata yang beragam, mulai dari petualangan menyusuri sungai hingga kegiatan berkemah, dengan tetap memperhatikan kenyamanan dan keselamatan pengunjung.( Yayat)




















