Gema Priangan— TASIKMALAYA, 13 Oktober 2026
Setelah muncul laporan terkait kendala akses liputan awak media pada acara Festival Lumiland di kawasan Dadaha, Pemerintah Kota Tasikmalaya dan pihak terkait memberikan penjelasan guna meluruskan informasi serta membangun kesepahaman bersama. Semua pihak sepakat bahwa insiden ini lebih merupakan miskomunikasi yang tidak diinginkan, bukan kebijakan untuk menutup akses informasi.
Drs. H.Asep Goparullah, M.Pd.
Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya sangat menghargai peran strategis pers dalam pembangunan daerah.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran rekan-rekan jurnalis. Informasi yang akurat adalah hak masyarakat. Terkait kendala yang terjadi di Lumiland, setelah kami pelajari, ini lebih kepada ketidaksempurnaan komunikasi di lapangan dan belum adanya prosedur yang jelas sejak awal. Bukan berarti ada kebijakan untuk menolak media. Pemerintah Kota Tasikmalaya mengajak semua pihak untuk tidak memperpanjang kesalahpahaman ini. Mari kita duduk bersama, menyusun mekanisme yang lebih baik, sehingga ke depannya hal serupa tidak terulang. Tujuan kita sama: menyukseskan peringatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya demi kebaikan masyarakat,” ujar Sekda.
Dadang Ismail, S.Pd. Kepala UPTD Dadaha menjelaskan bahwa pihaknya sebagai pengelola kawasan Dadaha senantiasa berupaya menjaga ketertiban, keamanan, serta kenyamanan seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan tersebut.
“Kami memahami dan menghargai tugas mulia rekan media. Pada dasarnya kami sangat mendukung peliputan berjalan lancar. Yang terjadi di lapangan adalah adanya perbedaan pemahaman antara petugas di lokasi dan rekan media terkait prosedur masuk dan pengelolaan kapasitas pengunjung. Hal ini tentu menjadi pelajaran bagi kami dan penyelenggara agar ke depannya informasi terkait akses media disampaikan dengan lebih jelas sejak awal pembukaan acara Lumiland kepada masyarakat dan seluruh awak media.




















