Kepala Desa Mekarjadi saat ditemui di kantor desa membenarkan bahwa proyek rabat beton tersebut menggunakan beton Redimix dari PT Dasuki Jaya Beton sebanyak 30 unit molen dengan volume 5 m³ per unit. Harga per molen disebutkan mencapai Rp 6.000.000, sehingga total biaya beton sekitar Rp 180.000.000.
“Selain itu masih ada biaya untuk urugan, pecingan, dan upah harian kerja (HOK) yang belum termasuk dalam pembelian Redimix,” jelas Kepala Desa kepada Gema Priangan.
Namun, saat tim media berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada perangkat desa bagian Kesra/Ekbang, pihak terkait sulit ditemui dan dinilai kurang kooperatif dalam memberikan keterangan tambahan mengenai perincian penggunaan dana proyek.
Menanggapi hal itu, sejumlah warga mendesak agar dinas terkait, Inspektorat, dan Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan pemeriksaan menyeluruh. Mereka berharap adanya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa, agar kepercayaan publik terhadap pemerintah desa tetap terjaga dan pembangunan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. (Aher Forwapi)




















