PENATATAN PKL DI CIAMIS DIAPRESIASI, TASIKMALAYA DIDORONG STUDI BANDING
Ciamis – Food court di Kabupaten Ciamis selalu ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai kelompok usia, mulai muda hingga dewasa, hampir setiap sore hari. Hani, warga asli Ciamis, mengaku sering datang ke lokasi tersebut untuk menjajal beragam kuliner yang ada.
“Setiap sore saya pasti mampir ke sini, banyak pilihan makanan dan tempatnya juga rapi. Tempatnya bersih, pantas saja Ciamis pernah menjadi juara se-ASEAN sebagai kota terbersih,” ujar Hani.
Kinerja pemerintah Kabupaten Ciamis dalam mengelola Pedagang Kaki Lima (PKL) mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat Jawa Barat. Pengaturan yang terstruktur membuat kawasan kuliner tersebut menjadi nyaman dan menarik bagi pengunjung.
Sementara itu di Kota Tasikmalaya, kondisi PKL menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok. Bahkan trotoar pejalan kaki pun digunakan oleh PKL yang tidak teratur. Surahman, warga asli Kota Tasikmalaya, mengungkapkan bahwa setiap malam Minggu, lokasi yang seharusnya menjadi tempat bersantai dengan kuliner justru tidak terkelola dengan baik.
“PKLnya berjejer sembarangan, bahkan ada yang melakukan restrukturisasi lokasi bukan melalui jalur pemerintah,” jelasnya.
Masyarakat mendorong pemerintah Kota Tasikmalaya untuk melakukan studi banding ke Kabupaten Ciamis. Mahmudin, juga warga asli Ciamis, menyampaikan bahwa upaya studi banding tidak perlu jauh-jauh.




















