Dalam kesempatan itu, AD mengakui kekhilafan atas pernyataannya yang menyinggung ormas. Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di hadapan Kapolsek dan perwakilan pengurus PP.
“Saya mengakui kekhilafan saya dalam melontarkan kata-kata yang seolah menuduh ormas tidak kooperatif. Tidak ada niatan untuk menjatuhkan nama baik ormas, ini murni karena kebodohan dan keteledoran saya. Sekali lagi dengan ketulusan hati, saya memohon maaf kepada Pemuda Pancasila,” ungkap AD.
Nandang Nur Fajar, perwakilan pengurus MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Tasikmalaya, mengapresiasi sikap AD yang dinilai jantan mengakui kesalahan. Ia menegaskan, mediasi tersebut tidak ada kaitannya dengan aksi audiensi warga Dawagung, melainkan murni untuk menjaga nama baik organisasi.
“Kami sangat menghargai proses demokrasi dan aspirasi masyarakat. Namun, terkait pernyataan AD yang terlanjur menjadi framing di publik, kami perlu meluruskannya demi menjaga marwah organisasi. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa kebebasan berpendapat harus disertai etika dan sesuai kaidah hukum yang berlaku,” tegas Nandang. (Halim)




















