Bupati kemudian mengingatkan kondisi musim kemarau yang masih berlangsung di Kabupaten Ciamis. Hujan yang belum kunjung turun menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih.
Pemerintah Kabupaten Ciamis terus berupaya membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Setiap hari, tidak kurang dari 40 sampai 50 tangki air disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang mengalami kesulitan air.
Bupati menjelaskan, masyarakat di wilayah perkotaan sebagian terbantu dengan layanan PDAM. Namun, belum seluruh wilayah dapat terjangkau jaringan PDAM sehingga pemerintah daerah terus melakukan pendistribusian air ke daerah yang membutuhkan.
“Yang di daerah kota mungkin terbantu oleh PDAM, tetapi tidak semua terlayani PDAM. Karena itu, pemerintah daerah terus membantu masyarakat yang mengalami kekeringan,” jelasnya.
Bupati juga meminta para ASN turut berperan aktif dalam menyosialisasikan penggunaan air secara bijak kepada masyarakat selama musim kemarau.
Selain persoalan air, Bupati mengingatkan agar masyarakat tidak membakar sampah sembarangan. Kondisi kemarau dan lingkungan yang kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
ASN diminta ikut memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan maupun membakar sampah, serta terus mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.
Menurut Bupati, kepedulian terhadap kebersihan harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat, termasuk kantor tempat bekerja.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Bupati berharap seluruh jajaran pemerintah daerah dapat menjadi contoh sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan Kabupaten Ciamis yang bersih, sehat, nyaman, dan aman.
Reporter : Ety




















