Menurutnya, di tengah arus informasi digital yang serba cepat, jurnalis dituntut lebih kritis, profesional, dan beretika. Demokrasi jurnalistik bukan berarti kebebasan tanpa batas, melainkan kebebasan yang bertanggung jawab, mengedepankan keadilan, dan mencegah disinformasi.
FORWAPI berharap momentum Hari Kemerdekaan RI ke-80 menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan para pahlawan harus terus diwarisi, salah satunya melalui karya-karya jurnalistik yang membangun bangsa.
“Dengan semangat nasionalisme dan demokrasi, pers akan terus menjadi pilar keempat yang menjaga marwah kemerdekaan,” pungkasnya. (AD)




















