Kab. Sumedang gemapriangan.com
Dugaan Pengkondisian Buku Paket MTs Dibantah, KKM: Sekolah Bebas Memilih, Tak Ada Target Pembelian
SUMEDANG — Dugaan adanya pengkondisian dalam pengadaan buku paket bagi Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Sumedang dibantah tegas oleh Ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTs, Dadang Arkan, S,Ag., M.Pd.I.
Dadang menegaskan, kehadiran pihak penerbit dalam kegiatan KKM hanya sebatas sosialisasi dan fasilitasi. Menurutnya, tidak ada instruksi maupun kewajiban bagi satuan pendidikan untuk membeli buku dari penerbit tertentu.
“Tidak benar kalau disebut ada pengkondisian,” tegas Dadang saat memberikan klarifikasi.
Ia menjelaskan, dalam salah satu kegiatan di wilayah KKM memang terdapat pihak penerbit yang hadir menawarkan produk buku. Namun, menurut Dadang, penerbit yang hadir tidak hanya satu.
Di antaranya terdapat Erlangga, serta pihak yang menawarkan buku HET (buku pemerintah) melalui kerja sama atau sinergi dengan penerbit/penyedia lainnya.
Dadang menyebut buku HET merupakan buku yang telah diakui pemerintah dan memiliki harga relatif jauh lebih murah dibandingkan buku komersial. Ia mencontohkan, harga buku HET berkisar mulai Rp16 ribu hingga sekitar Rp23 ribu per buku.
“Kalau dibandingkan dengan Erlangga, satu buku Erlangga bisa setara dengan empat buku HET,” ujarnya.
Menurut Dadang, arahan mengenai pemanfaatan buku pemerintah tersebut juga pernah disampaikan dalam kegiatan daring yang diikuti satuan kerja madrasah di bawah Kementerian Agama.
Dalam kegiatan tersebut, kata dia, satuan pendidikan diarahkan untuk mulai beralih atau memanfaatkan buku pemerintah sebagai sumber belajar.
Namun, Dadang menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai pembelian buku tetap berada di tangan masing-masing satuan pendidikan.
“Adapun nanti untuk membeli ataupun tidak, itu tergantung dari satuan pendidikan,” katanya.
BOS Buku dan Kewenangan Satker
Terkait sumber pembiayaan, Dadang menjelaskan pengadaan buku paket dapat menggunakan anggaran BOS pada komponen yang diperbolehkan untuk penyediaan sumber belajar.
Menurutnya, buku paket merupakan salah satu sumber belajar yang memang perlu tersedia di madrasah.



















