“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah menjadi kebiasaan bersama. Kami gotong royong menjaga dan merawat sungai agar tetap bersih dan aliran air lancar, sehingga dapat mencegah banjir,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Asisten Daerah II Sekretariat Daerah Kota Tasikmalaya, H. Hanafi, S.H., M.H., yang ikut langsung dalam aksi gotong royong dan penanaman pohon. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang asri, sejuk, dan selaras dengan visi “Tasik Resik dan Tasik Maju”.
Dalam kesempatan itu, DLH Kota Tasikmalaya juga membagikan tempat sampah ramah lingkungan berbahan bambu hasil karya komunitas Marpel (Masyarakat Peduli Lingkungan). Inovasi ini merupakan gagasan yang didorong oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat untuk mengajak masyarakat beralih ke penggunaan produk yang lebih ramah lingkungan.
Feri menambahkan, produk tempat sampah berbahan bambu tersebut tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat, khususnya para pengrajin bambu, sehingga mampu membuka peluang kerja baru.
“Penanganan sampah di Kota Tasikmalaya membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan merangkul ide-ide kreatif dari warga, kami optimistis persoalan sampah, baik di sungai maupun di lingkungan jalan, dapat ditangani lebih efektif,” pungkasnya. (Dadan)




















