Sumber menambahkan, masyarakat seringkali hanya bisa diam dan bahkan akan dibungkam jika mengeluarkan kritik terkait program MBG. “Saya hanya curah hati saja. Semoga suara ini bisa terdengar dan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah,” ucapnya. Kondisi ini menjadi bagian dari pantauan lapangan yang dilakukan Gema Priangan.CURAHATAN TERKAIT PROGRAM MBG KABUPATEN TASIKMALAYA – Gema Priangan Pantauan Lapangan
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tasikmalaya beserta wilayah sekitarnya tengah menjadi sorotan publik, dengan tuduhan bahwa program ini lebih menguntungkan bisnis yang terkait dengan penguasa dan pejabat publik. Salah satu masyarakat dari wilayah Tasikmalaya Selatan yang tidak ingin menyebutkan nama mengungkapkan pandangannya, menyatakan bahwa program MBG sebaiknya dihentikan karena dinilai tidak efektif – hal ini juga sejalan dengan evaluasi yang dilakukan pemerintah yang menilai program tersebut kurang efektif.
“Masyarakat sebenarnya membutuhkan pendidikan gratis, bukan makan gizi gratis. Coba hitung saja, jika nilai yang diberikan untuk MBG per siswa sekitar 15.000 rupiah. Hendak sehat nama baiknya, alangkah baiknya program MBG dihentikan saja dan dialihkan ke program pendidikan gratis – itu yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, bukan yang gratis-gratis tidak jelas,” ujar sumber tersebut dalam curahatannya kepada Gema Priangan.
Sumber menambahkan, masyarakat seringkali hanya bisa diam dan bahkan akan dibungkam jika mengeluarkan kritik terkait program MBG. “Saya hanya curah hati saja. Semoga suara ini bisa terdengar dan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah,” ucapnya. Kondisi ini menjadi bagian dari pantauan lapangan yang dilakukan Gema Priangan.( anwar)




















