Hani, pemilik akun Budak Angon, menjelaskan bahwa aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk aspirasi. “Ini aksi kritik terhadap pemerintah yang saya lakukan dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan. Tapi jalan kami dari dulu sampai sekarang belum juga diperbaiki,” ujarnya.
Menurut Hani, kondisi jalan yang rusak ini seolah menjadi “warisan turun-temurun” karena tak kunjung mendapatkan perhatian. Ia menyebut jalan merupakan sarana vital bagi kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan.
“Kita tahu jalan itu kunci kemajuan wilayah. Tapi masih banyak wilayah yang belum merdeka secara infrastruktur. Bukan cuma kota, tapi dusun-dusun seperti Ciranca ini,” tambahnya.
Hani juga berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya, Cecep dan Asep, agar lebih memperhatikan kondisi infrastruktur terutama di daerah-daerah terpencil. Ia mengajak para pemimpin untuk menepati janji kampanye mereka terkait pembangunan dan kemajuan daerah.
“Sebagai warga, kami hanya ingin agar pemerintah bisa bersinergi untuk kepentingan rakyat. Jangan hanya fokus pada pembangunan fisik, tapi juga sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” tegasnya.
Aksi ini pun menjadi sorotan luas warganet dan mengundang simpati banyak pihak. Warga berharap viralnya aksi ini dapat membuka mata para pemangku kebijakan untuk segera turun tangan dan memperbaiki jalan rusak yang sudah lama terbengkalai. (Anwar)




















