Tanpa kenal lelah, saban hari ia memeras keringat menjadi [Pekerjaan, misal: buruh gendong/pedagang asongan] demi satu tujuan mulia: memastikan anak-anaknya tidak kelaparan dan bisa terus mengenyam bangku sekolah.Bagi Orang Tua], rasa lelah di badannya runtuh seketika saat melihat senyum
anak-anaknya di rumah. “Biar saya yang susah, yang penting anak saya tidak seperti saya. Mereka harus punya masa depan yang lebih baik,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di lokasi di mana dia bekerja. salah seorang bapak bapak yang sudah lanjut usia, Jerih payah ini menjadi bukti nyata bahwa kasih sayang orang tua tidak memiliki batas. Meski upah yang didapat tak menentu, setiap rupiah yang dikumpulkan
disisihkan dengan cermat untuk biaya pendidikan, membuktikan bahwa kemiskinan harta tidak menghalangi mereka untuk memberikan kekayaan kasih sayang dan harapan bagi generasi penerus saya di masa yang akan datang.( HS)




















