“Inilah wujud semangat swadaya masyarakat. Kami manfaatkan sumber daya yang ada demi kepentingan bersama,” tambahnya.
Warga yang turut serta berharap, dengan adanya jalan penghubung ini, mobilitas antar desa menjadi lebih lancar dan hubungan sosial masyarakat kian erat. Selain itu, jalur baru ini diharapkan dapat meningkatkan nilai jual hasil panen karena proses distribusi menjadi lebih mudah dan cepat.
Sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan ditutup dengan makan nasi liwet bersama di lokasi pembangunan. Suasana penuh keakraban itu menjadi simbol nyata bahwa gotong royong masih menjadi ruh utama kehidupan masyarakat pedesaan di Tasikmalaya.
“Pembangunan jalan penghubung ini bukan hanya membuka akses fisik antar desa, tapi juga membuka jalan kebersamaan dan silaturahmi yang lebih kuat antar warga,” pungkas Tedi Ruslan. (Anwar)




















