“Jangan hanya bisa menarik retribusi saja, tetapi bagaimana tata kelola kawasan ini diatur supaya PKL bisa tetap berjualan dengan nyaman tanpa mengganggu hak pejalan kaki. Parkir juga jangan seenaknya,” keluh salah seorang pengguna jalan yang melintas di kawasan Dadaha.
Senada dengan itu, Astri, seorang pejalan kaki yang hendak jalan-jalan ke Dadaha pada akhir pekan, juga menyampaikan keluhannya. “Harapan kami, masyarakat Tasikmalaya, pihak kelurahan Nagarawangi beserta jajarannya melalui Satpol PP segera melakukan penertiban demi kenyamanan pejalan kaki,” ujarnya.
Upaya konfirmasi kepada UPTD Pengelola Dadaha belum membuahkan hasil hingga berita ini diturunkan. Warga berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya, melalui Dinas Pariwisata, Diskoperindag, dan Satpol PP, segera turun tangan untuk menata kawasan PKL di Dadaha agar lebih rapi dan tertib. (Anwar)




















