“LPM ada untuk memfasilitasi aspirasi warga. Ketika masyarakat peduli terhadap sekolah, maka keberhasilan pendidikan bukan hanya milik guru dan siswa, tetapi milik seluruh warga. Kami siap mendampingi, mengawasi dan berpartisipasi aktif demi terciptanya kemajuan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan Ketua LMPI Kota Tasikmalaya, Sultonudin Marcam, yang hadir bersama jajaran organisasi tersebut.
Menurutnya, LMPI ingin mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, termasuk mendukung kemajuan sektor pendidikan.
“Laskar Merah Putih Indonesia hadir bukan sekadar sebagai ormas, tetapi sebagai mitra strategis masyarakat. Pendidikan adalah jembatan emas masa depan, dan kami ingin menjadi bagian dari jembatan itu. Tenaga, pikiran dan dukungan kami siap disalurkan kapan pun dibutuhkan,” papar Sultonudin.
Selain memperkuat komitmen kolaborasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan santunan kepada 27 anak yatim piatu yang merupakan siswa-siswi SDN Karang Anyar, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi terbuka mengenai sejumlah program prioritas yang dapat dilakukan secara bersama-sama, di antaranya pemeliharaan fasilitas sekolah, kebersihan lingkungan, serta pendampingan pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Kolaborasi antara sekolah, pemerintah kelurahan, LPM, dan LMPI tersebut menjadi gambaran bahwa kemajuan pendidikan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Dengan komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan, berbagai kebutuhan di lingkungan sekolah diharapkan dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara bersama.
“Bersama, kita kuat. Bersama, pendidikan di Karang Anyar pasti lebih maju,” pungkas H. Sunaryo. (DK)




















