Ironisnya, di tengah tidak adanya tindakan cepat dari pihak terkait, justru sejumlah ibu-ibu warga setempat turun tangan membersihkan semak belukar secara swadaya demi mencegah jatuhnya korban berikutnya.
“Ibadah we pak, di babad ku abdi bilih aya deui kecelakaan kasian,” ucap seorang ibu sambil membersihkan semak-semak di pinggir jalan, yang berarti dirinya berinisiatif membabat semak agar tidak ada lagi korban kecelakaan.
Sikap Pemerintah Desa Dirgahayu pun kini menjadi sorotan. Saat Kepala Desa Dirgahayu dikonfirmasi terkait seringnya kecelakaan di lokasi tersebut, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan ataupun klarifikasi.
Warga berharap pemerintah desa dan instansi terkait segera turun tangan sebelum jalan tersebut benar-benar memakan korban jiwa. (HS)




















