Tak hanya itu, tim media juga mengonfirmasi kepada salah satu Pendamping Desa yang semestinya turut memantau dan mendampingi proses perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan Dana Desa. Namun, pendamping desa tersebut mengaku tidak mengetahui adanya proyek pembangunan lapangan voli tersebut.
“Saya tidak dikabari sama sekali tentang kegiatan pembangunan lapangan voli itu,” ujarnya singkat melalui sambungan telepon.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Desa dan Bendahara Desa Padamulya belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan ketidakterbukaan informasi dan persoalan teknis proyek tersebut.
Minimnya transparansi dan dugaan dominasi pihak tertentu dalam pengelolaan proyek membuat publik kian curiga. Sejumlah aktivis pemantau penggunaan Dana Desa serta organisasi masyarakat sipil mendesak agar dilakukan audit terbuka dan penelusuran lebih lanjut terhadap pelaksanaan proyek ini.
Publik berharap, pemerintah desa segera memberikan klarifikasi resmi dan membuka data penggunaan anggaran secara transparan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan hukum dalam pengelolaan Dana Desa. (Aher Forwapi)



















