Menurutnya, kondisi kekeringan tidak hanya berdampak pada kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap sektor pertanian dan perekonomian warga.
“Kita juga mendoakan saudara-saudara kita, khususnya para petani dan masyarakat yang kehidupannya sangat bergantung pada ketersediaan air. Semoga mereka diberikan kekuatan, kesabaran, dan kemudahan dalam menghadapi kondisi yang ada,” katanya.
Selain mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar spiritual, Bupati Herdiat juga menginstruksikan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk terus melakukan langkah-langkah antisipasi dan penanganan terhadap dampak kekeringan.
Penanganan tersebut terutama diarahkan pada pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat, dukungan terhadap sektor pertanian, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat lainnya yang terdampak akibat keterbatasan air.
Herdiat menegaskan bahwa menghadapi persoalan kekeringan membutuhkan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan berbagai unsur lainnya.
“Mari kita bergandengan tangan antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat untuk menghadapi persoalan ini,” ajaknya.
Melalui pelaksanaan Shalat Istisqo tersebut, masyarakat Ciamis tidak hanya memanjatkan doa agar segera diturunkan hujan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi dampak kemarau.
*Reporter Ety




















