Harlah Fatayat NU Kecamatan Sodonghilir, Momentum Menguatkan Peran Perempuan Muda NU
SODONGHILIR, TASIKMALAYA 04-10-2026— Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur kehadirat Allah SWT, pada Minggu, 4 Oktober 2026, keluarga besar Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, dapat berkumpul dalam sebuah kegiatan penuh kebersamaan dan keberkahan dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Fatayat NU.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Fatayat NU Berdaya, Perempuan Masa Depan”. Tema ini menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi seluruh kader untuk terus meningkatkan peran perempuan muda NU sebagai pelopor perubahan, penggerak pemberdayaan masyarakat, sekaligus penjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Acara dihadiri ratusan kader Fatayat NU dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Sodonghilir. Turut hadir pula jajaran Mustasyar dan pengurus MWC NU Kecamatan Sodonghilir, para tokoh agama, sesepuh NU, serta tamu undangan lainnya.
Diawali Tilawatil Qur’an
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat. Acara diawali dengan tilawatil Qur’an yang dilantunkan oleh kader Fatayat NU. Lantunan ayat suci Al-Qur’an tersebut menjadi pembuka yang menyejukkan hati sekaligus mengingatkan seluruh peserta agar setiap langkah perjuangan senantiasa berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Suasana semakin bermakna ketika peserta bersama-sama mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhidmatan dan semangat kebersamaan.
Mauidhoh Hasanah Penuh Hikmah
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan Mauidhoh Hasanah oleh kiai atau sesepuh NU. Pesan-pesan keagamaan dan sejarah perjuangan Fatayat NU menjadi bagian penting dalam membangkitkan kembali semangat para kader.
Dalam momentum Harlah ini, para kader diajak untuk mengingat perjalanan panjang Fatayat NU yang telah menjadi bagian penting dalam perjuangan perempuan muda Nahdlatul Ulama.
Fatayat NU lahir pada 24 April 1950. Dalam sejarah awal perjalanannya, terdapat sosok yang dikenal sebagai “Tiga Serangkai”, yakni Ibu Murthosiyah, Ibu Chuzaimah Mansur, dan Ibu Aminah Mansur, yang menjadi bagian penting dalam sejarah awal berdirinya Fatayat NU.
Bukan Sekadar Seremonial



















