banner 728x250

BLT Kesra di Kecamatan Taraju Diduga Jadi Bancakan Oknum RT, Dana Cair Lewat Kantor Pos Malah Dipotong, Warga Miskin Gigit Jari*

  • Share
banner 468x60

Kecamatan Taraju– Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) yang seharusnya meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu di Desa Cikubang Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya, justru menjadi ajang praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh sejumlah oknum ketua RT. Ironisnya, meski dana BLT disalurkan langsung melalui Kantor Pos, para ketua RT tersebut diduga tetap aktif melakukan pemotongan.

 

Example 300x600

Kutipan dari penerima BLT yang menjadi korban,-Saya heran, kok bisa-bisanya ketua RT masih berani memotong BLT kami, padahal uangnya sudah kami terima langsung dari Kantor Pos. Katanya, itu untuk biaya administrasi atau untuk membantu warga lain yang lebih membutuhkan, pemarataan bahkan buat bantuan untuk jala,ada yang mematok,ada yang bilang untuk kas dan sebagainya bahkan kpm ada yang memberi 100.000 tidak di terima oleh oknum RT tapi saya tidak yakin,’ ujar seorang ibu rumah tangga dengan nada kesal

 

Para ketua RT mengumpulkan para penerima BLT di rumah mereka atau di tempat lain setelah pencairan di Kantor Pos. Kemudian, mereka meminta sebagian uang BLT dengan berbagai alasan.Ada yang 100.000 bahkan sampai 300.000

 

tokoh masyarakat atau aktivis  tentang perlunya tindakan tegas terhadap pelaku pungli  “Praktik pungli seperti ini sangat meresahkan dan merugikan masyarakat miskin. Aparat penegak hukum harus segera turun tangan untuk menangkap dan menghukum para pelaku,” tokoj pemuda kecamatan taraju

 

Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Peraturan Pemerintah tentang Penyaluran Bantuan Sosial.

 

Pihak Pemerintah Kecamatan Taraju dan PT Pos Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.

banner 325x300
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!