Bantuan tersebut secara khusus akan diberikan kepada abang becak lansia berusia 55 tahun ke atas.
Menurut Wisnu, sebelum becak listrik diserahkan, para penerima akan mengikuti pelatihan. Pelatihan tersebut antara lain memberikan pemahaman mengenai cara pengoperasian dan perawatan becak listrik agar kendaraan dapat digunakan secara optimal dan memiliki usia pakai yang panjang.
“Jadi nanti ada beberapa rangkaian acara, di antaranya pelatihan untuk abang becak mengenai cara pengoperasian becak tersebut, supaya becak yang dipakai bisa awet,” jelasnya.
Untuk tahapan penyaluran, Mustopa menyebutkan bahwa rencana penerimaan unit dilakukan pada 31 Agustus 2026, dilanjutkan dengan pelatihan pengoperasional becak listrik pada tanggal 9 September 2026. Sementara seremoni peluncuran dan penyerahan becak listrik direncanakan pada 10 September 2026.
Seremoni tersebut direncanakan melibatkan Pemerintah Kabupaten Sumedang, termasuk Bupati Sumedang, serta Ketua Yayasan GSN dari tingkat pusat. Namun, Wisnu menegaskan bahwa jadwal final pelaksanaan masih menunggu kepastian dari pihak pusat.
Mustopa berharap bantuan becak listrik tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan para abang becak di Sumedang.
“Mudah-mudahan ke depannya kendaraan becak ini bisa bermanfaat bagi penerimanya dan merubah perekonomian yang lebih layak di Kabupaten Sumedang,” katanya.
Dengan bantuan 220 unit becak listrik ini, diharapkan para abang becak lansia tetap dapat produktif, bekerja dengan lebih ringan, serta memperoleh peluang peningkatan pendapatan di tengah perkembangan transportasi dan kebutuhan mobilitas masyarakat.( Yus is )




















