“Saya mengapresiasi konsistensi masyarakat Kelurahan Pasanggrahan Baru dalam menjaga tradisi pengajian rutin bulanan ini. Dari yang semula hanya diikuti sekitar 20 mustami pada tahun 2014, kini terus berkembang dan menjadi wadah silaturahmi serta pembelajaran agama yang menjangkau seluruh RW secara bergiliran. Ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan kecintaan masyarakat terhadap ilmu agama semakin kuat,” kata Fajar.
Menurutnya, majelis taklim memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat yang beriman, berilmu dan berakhlakul karimah.
“Pengajian seperti ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi sarana membangun karakter masyarakat yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah. Melalui majelis ilmu, kita memperkuat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat,” tuturnya.
Fajar menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang kuat secara spiritual dan sosial.
“Pemerintah Kabupaten Sumedang akan terus mendukung kegiatan keagamaan yang mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi menuju Sumedang Simpati Semakin Maju dan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Ia berharap kegiatan pengajian rutin dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat dan menjadi sumber keberkahan bagi Kelurahan Pasanggrahan Baru dan Kabupaten Sumedang secara keseluruhan ( Yusman R )




















