Banyak warga yang mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Si Cetar. Salah satunya Ibu Euis Mulyani (70 tahun), warga Kelurahan Argasari Kecamatan Cihideung yang menderita sakit sesak nafas dan nyeri punggung namun kesulitan berpergian ke puskesmas.
“Saya tidak perlu jalan jauh lagi, apalagi dimalam hari Mereka datang ke rumah, cek tensi, kasih obat, dan memberi tahu cara menjaga kesehatan. Terima kasih banyak, pemerintah kota tasikmalaya dan Dinas Kesehatan Juga Tim Si Cetar sudah benar-benar hadir untuk kami,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Ujang Haeruman, salah satu pihak keluarga, juga mengaku senang: “Si Cetar ini namanya pas — cepat dan bermanfaat. Dulu kalau sakit harus tunggu ada yang antar ke puskesmas atau ke rumah sakit. Sekarang tinggal whatsapp atau telpon tunggu informasi jadwal, Si Cetar mereka datang langsung ke rumah masyarakat. Ini pelayanan yang benar-benar merakyat dan program yang bagus dari pemerintah kota tasikmalaya.”paparnya,
Komitmen Dinkes Kota Tasikmalaya
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menyampaikan bahwa program Si Cetar akan terus ditingkatkan jangkauannya.
“Si Cetar bukan sekadar program seremonial. Ini adalah wujud nyata bahwa layanan kesehatan itu hak semua warga, tidak boleh ada yang tertinggal. Kami akan terus bergerak, menjangkau lebih banyak warga di lebih banyak titik di Kota Tasikmalaya.”
Si Cetar membuktikan bahwa pelayanan publik yang baik tidak harus rumit — cukup hadir di tengah masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka, dan bertindak dengan tulus. Semangat Si Cetar adalah pengingat: kesehatan adalah hak, dan kehadiran yang cepat adalah awal dari kesembuhan. Semoga semakin banyak warga Tasikmalaya yang merasakan manfaatnya.
Penulis : Dk_




















