Sikap patriotik, lanjutnya, harus diwujudkan melalui pengabdian dan tindakan nyata, bukan sekadar diungkapkan lewat kata-kata. Sementara kegigihan diperlukan agar generasi muda tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan maupun kegagalan.
Selain itu, empati menjadi nilai penting agar keberhasilan yang diraih tidak hanya berorientasi pada kepentingan pribadi. Generasi muda juga harus mampu merasakan kesulitan orang lain dan hadir memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam sambutan tersebut, ditegaskan pula bahwa patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan makna, sedangkan kegigihan tanpa nurani dapat kehilangan arah. Kemajuan yang tidak disertai nilai kemanusiaan pun bukanlah kemajuan yang sesungguhnya.
Herdiat kemudian menyampaikan pesan kepada para pemuda agar berani memiliki cita-cita besar dan bekerja keras untuk mewujudkannya, tanpa kehilangan kelembutan hati serta kepedulian terhadap sesama.
Generasi muda juga didorong untuk berani mengambil peran sebagai pemimpin sekaligus bersedia melayani. Ilmu pengetahuan, karya, dan setiap pengorbanan hendaknya menjadi bentuk nyata kecintaan terhadap bangsa dan negara.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, semangat persatuan diharapkan terus menjadi kekuatan bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan. Masa depan bangsa bukan sekadar sesuatu yang dinantikan, melainkan harus dibangun bersama melalui pengabdian, perjuangan, dan kemanusiaan.
*Reporter Ety




















