Anhar menegaskan, sebagai pelayan publik, kepala desa tidak hanya bertugas di kantor, tetapi juga harus turun ke lapangan, hadir di tengah masyarakat untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi. Menurutnya, masih banyak warga yang membutuhkan uluran tangan, seperti yang sakit, yang tidak memiliki beras, ataupun lansia yang hidup sebatang kara.
“Kepala desa itu harus selalu ada di tengah-tengah masyarakat, karena masyarakatlah yang kita layani. Kepedulian ini saya lakukan dengan tulus, tanpa mengenal lelah,” tambahnya.
Kepedulian Anhar ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat, yang menilai kepemimpinannya penuh ketulusan dan keberpihakan kepada warganya, terutama mereka yang membutuhkan. (Anwar)




















