“Kami ingin mempelajari dan menyesuaikan regulasi agar pengelolaan zakat di daerah kami semakin oktimal,” Ujarnya.
Ketua BAZNAS Ciamis H. Lili Miftah menyambut baik kunjungan tersebut, ia menyebut program Infak Desa jadi salah satu program unggulan yang paling banyak di pelajari daerah lain karena mamfaatnya langsung di rasakan masyarakat di tingkat Desa.
BAZNAS Ciamis mencatat kunjungan studi tiru terus berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia, dari Jawa hingga Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
Ini menunjukan posisi BAZNAS Ciamis Rujukan Nasional dalam Pengelolaan ZIS yang produktif, inivatif, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,.
Dengan melalui kunjungan ini di harapkan terjalin kerja sama dan pertukaran pengetahuan yang lebih luas antar daerah dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dan pengetasan kemiskinan,” Pungkasnya.”
Reporter (Ety)




















