Kepala UPT Pengujian Kendaraan Bermotor, Tata Kostaman, ST., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai pentingnya keselamatan dalam berkendara sekaligus edukasi terkait pengujian kendaraan bermotor.
Ia juga memperkenalkan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) sebagai salah satu lembaga pendidikan yang fokus pada bidang transportasi.
“Harapan kami dengan adanya sosialisasi ini para siswa dapat memahami keamanan atau safety dalam berkendara, baik untuk dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Nanti juga akan dilakukan pengecekan kelayakan kendaraan walaupun hanya secara visual,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tata Kostaman turut menegaskan himbauan dari Gubernur Jawa Barat mengenai larangan siswa menggunakan sepeda motor untuk berangkat sekolah. Penggunaan kendaraan bermotor hanya diperbolehkan jika siswa diantar oleh orang tua, sebagai upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar.
“Anak muda itu kalau berkendara sering ugal-ugalan di jalan. Karena itu kami berkolaborasi dengan pihak sekolah untuk melakukan penekanan, agar risiko kecelakaan dapat diminimalisir,” tambahnya.
Tata Kostaman, ST, M.SI, juga memastikan bahwa kegiatan edukasi keselamatan berkendara ini tidak hanya dilaksanakan di SMK AS-SHOFA, namun akan berlanjut ke beberapa sekolah lain di Kabupaten Tasikmalaya sesuai instruksi pimpinan dan Bupati.
“Tujuan akhirnya adalah memastikan para pelajar memahami prosedur keselamatan dan mampu menjadi pelopor tertib berlalu lintas di lingkungan masyarakat,” pungkasnya. (Halim)




















