Kegiatan ini tidak hanya memuat pemaparan data statistik kematian, tetapi juga dilengkapi dengan diskusi kasus dan review sistem layanan secara holistik, yang melibatkan tim pengkaji dari berbagai latar belakang profesi. Beberapa studi kasus dari lapangan disorot untuk melihat bagaimana respon sistem kesehatan terhadap kondisi darurat ibu dan bayi, serta untuk mengidentifikasi celah dalam alur pelayanan.
Dari hasil pengkajian, Dinas Kesehatan akan merumuskan rekomendasi teknis dan kebijakan sebagai dasar intervensi yang lebih terarah ke depan. Ini selaras dengan target nasional dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025.
Dinas Kesehatan berharap, kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dan mendorong perbaikan berkelanjutan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, demi menyelamatkan lebih banyak nyawa di masa yang akan datang. (Is)




















