Menurut Ridwan, pemerintah kota Tasikmalaya perlu mengambil contoh dari Kabupaten Ciamis yang telah berhasil mengelola PKL dan parkir dengan tertata rapi. Petugas parkir di sana berasal dari Dinas Perhubungan secara resmi, dan bahkan Kabupaten Ciamis pernah mendapatkan penghargaan sebagai kota terbersih se-ASEA. Ia menyarankan agar studi banding tidak perlu dilakukan ke tempat yang jauh, cukup ke Ciamis untuk mempelajari tata kelola yang baik agar Kota Tasikmalaya juga bisa menjadi lebih rapih, bersih, dan teratur, serta tidak lagi ada PKL yang merampas hak pejalan kakiusulan studi banding ini kepada pihak terkait atau ada ide lain untuk mendorong perbaikan kondisi di Dadaha?Berita: Minta Pemerintah Kota Tasikmalaya Studi Banding ke Ciamis untuk Tata Kelola PKL dan Parkir di Dadaha
Pengunjung Dadaha, Ridwan, mengungkapkan kekhawatiran terkait kondisi area Dadaha yang masih semrawut akibat pengelolaan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir yang belum optimal. Lokasi yang seharusnya menjadi area parkir dan trotoar bagi pejalan kaki justru dirampas sebagai lapak PKL, membuat aktivitas masyarakat seperti berolahraga menjadi terganggu.
Menurut Ridwan, pemerintah kota Tasikmalaya perlu mengambil contoh dari Kabupaten Ciamis yang telah berhasil mengelola PKL dan parkir dengan tertata rapi. Petugas parkir di sana berasal dari Dinas Perhubungan secara resmi, dan bahkan Kabupaten Ciamis pernah mendapatkan penghargaan sebagai kota terbersih se-ASEA. Ia menyarankan agar studi banding tidak perlu dilakukan ke tempat yang jauh, cukup ke Ciamis untuk mempelajari tata kelola yang baik agar Kota Tasikmalaya juga bisa menjadi lebih rapih, bersih, dan teratur, serta tidak lagi ada PKL yang merampas hak pejalan kakiusulan studi banding ini kepada pihak terkait atau ada ide lain untuk mendorong perbaikan kondisi di Dadaha? ( anwar)




















