tokoh Masyarakat yang ada di Kecamatan Kadipaten. Bahwa bank emok sudah sangat meresahkan di Masyarakat dan bahkan sudah ada beberapa kejadian antara suami istri bertengkar akibat jeratan bank emok. Kami sangat prihatin dengan kondisi saat ini di masyarakat.
Kami sebagai tokoh masyarakat tentunya harus turun tangan terhadap situasi dan kondisi ini. Jangan sampai ada prasangka bahwa kami membiarkan atau tidak ada tindakan. Ucapnya.
Pemasangan spanduk penolakan bank emok oleh para Ulama, di dukung penuh oleh Camat Kadipaten Ai Ruhimat bahwa, kami sangat setuju apa yang di lakukan para Ulama dengan memasang spanduk penolakan bank emok atau bank keliling. Karena bank keliling menurut kami memang sudah sangat meresahkan masyarakat Kecamatan Kadipaten
terutama dalam hal penagihan yang tidak humanis bahkan di duga intimidatif. Ini yang bisa di katakan meresahkan.Sudah selayaknya bak keliling yang sekarang marak pada khusunya di Kecamatan Kadipaten, harus di hentikan dan masyarakat juga harus menyadari jangan terbuai dengan iming iming
pinjaman mudah tanpa jaminan. Jadi kami sebagai muspika Kecamatan Kadipaten sangat mendukung MUI untuk menghentikan bank keliling atau bank emok dengan memasang spanduk penolakan bank emok atau bank keliling.
Hal senada di katakan salah satu tokoh Agama Ustad Aceng Aji bahwa, spanduk penolakan bank emoknini atas dasar musyawarah dan atas dasar keprihatinan yang terjadi di Masyarakat akibat maraknya bank emok atau bank keliling. Jadi penolakan bank emok ini, saya sendiri mendukung seribu persen karena ini demi kebaikan Masyarakat dan demi kebaikan kita semua. Pungkasnya.( redaksi)




















