Kabupaten Tasikmalaya, gemapriangan.com — Aroma ketidakwajaran dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian menguat. Sejumlah temuan di lapangan terkait pengelolaan dapur MBG memunculkan dugaan adanya persoalan serius, mulai dari kualitas bahan baku, standar pengolahan, hingga transparansi penggunaan anggaran.
Sorotan tajam kini datang dari Forum Wartawan Priangan (FORWAPI). Organisasi profesi jurnalis tersebut secara tegas mendesak agar dilakukan audit menyeluruh dan terbuka terhadap tata kelola program MBG, khususnya pada aspek distribusi dan pengelolaan dana. Selain itu masalah perizinan dapur dari mulai SLHS, IPAL hingga sertifikat bebas bakteri E-coli.
Ketua umum FORWAPI Halim Saepudin menyatakan, indikasi ketidaksesuaian antara anggaran yang digelontorkan dengan kualitas makanan yang diterima masyarakat menjadi pintu masuk penting untuk dilakukan pemeriksaan independen.
“Program ini menyangkut hajat hidup kelompok rentan. Jika ada pengurangan kualitas akibat dugaan penyimpangan anggaran, maka itu persoalan serius,” tegasnya. Selasa (24/02/2026).




















