Senada dengan Rini, Rizky, seorang pengendara yang kerap melintasi kawasan tersebut, mengeluhkan parkir sembarangan para pembeli. “Dulu macet karena angkot, delman, dan mobil online yang nunggu orderan. Sekarang tambah parah karena pedagang makanan juga ikut membuka lapak di trotoar dan bahu jalan,” ungkapnya kesal.
Warga berharap pemerintah kota segera mengambil tindakan. Rini menegaskan bahwa trotoar adalah hak pejalan kaki, bukan tempat berdagang. “Kami memahami para pedagang mencari nafkah, tapi harus ada penataan agar tidak merampas hak pengguna jalan dan pejalan kaki.”
Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan dari instansi terkait. “Dishub dan Satpol PP perlu turun tangan, lakukan penertiban tapi juga beri solusi. Misalnya sediakan lokasi alternatif untuk para pedagang musiman ini,” tambah Rini.
Masyarakat meminta Wali Kota terpilih untuk segera mencari solusi yang adil agar ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan ketertiban dan kenyamanan umum. (Anwar Forwapi)