Salah satu daya tarik lainnya adalah kehadiran boneka besar penabuh bedug yang dikenal dengan nama “Haji Geyot,” yang biasanya muncul saat awal Ramadan. Dekatnya lokasi alun-alun dengan Masjid Agung Ciamis juga menjadi nilai tambah bagi pengunjung yang ingin melaksanakan ibadah setelah berbuka puasa.
Dani, seorang pengunjung dari Tasikmalaya, menilai bahwa Alun-Alun Ciamis lebih tertata dibandingkan Dadaha di Tasikmalaya. “Penataannya bagus, rapi, dan fasilitasnya lengkap. Saya rasa pengelola wisata di Tasikmalaya bisa studi banding ke Ciamis untuk meningkatkan kualitas destinasi wisata di sana,” katanya.
Seiring mendekati akhir Ramadan, jumlah pengunjung di Alun-Alun Ciamis semakin meningkat. Banyak yang datang dari luar kota, termasuk dari Tasikmalaya dan Pangandaran, untuk merasakan suasana ngabuburit yang khas di jantung Kabupaten Ciamis ini.
Bagi yang ingin mencari tempat ngabuburit yang nyaman, penuh hiburan, dan kaya akan pilihan kuliner, Alun-Alun Ciamis bisa menjadi pilihan terbaik untuk menghabiskan waktu sore menjelang berbuka puasa. (Anwar Forwapi)